Ada berbagai macam jamu yang dikenal bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita. Meskipun merupakan termasuk jenis obat tradisional yang mungkin tergantikan dengan obat modern, namun berbagai macam jamu terbukti masih eksis dan dikonsumsi secara luas. Nah, apa saja macam-macam jamu yang masih eksis hingga saat ini?

Berbagai macam jamu bisa menjadi alternatif bagi Anda yang lebih suka mengkonsumsi obat alami. Obat alami dikenal sebagai jenis obat yang jarang memiliki efek samping selama dikonsumsi dengan tepat. Mari mengenal berbagai obat tradisional serta berbagai macam jamu pada artikel edisi kali ini.

Jenis Obat Tradisional

Sebelum mengetahui berbagai macam jamu, ketahui terlebih dahulu jenis-jenis obat tradisional. Jamu merupakan salah satu diantara beberapa jenis obat tradisional. Obat-obatan tradisional masih ada meskipun merupakan proses bagaimana obat-obat modern akhirnya ditemukan. Berikut berbagai jenisnya.

Jamu, sumber sehatq
Jamu, sumber sehatq

Jamu

Jamu adalah obat tradisional asli Indonesia. Terbuat dari berbagai bahan-bahan alami seperti (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan.

Menurut BPOM, jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai uji klinis di laboratorium. Sebuah ramuan tradisional bisa dikatakan jamu apabila keamanan dan khasiatnya telah terbukti berdasarkan pengalaman langsung pada manusia selama ratusan tahun.

Biasanya jamu ini sering ditemukan di Indonesia lewat toko jamu atau digendong oleh seorang perempuan yang menyajikan berbagai jamu yang memiliki berbagai khasiat bagi tubuh.

Obat Herbal Terstandar (OHT)

OHT merupakan obat dengan bahan alami yang sudah teruji secara klinis dan bahan bakunya sudah terstandarisasi. Berbeda dengan jamu yang biasanya dibuat dengan cara direbus, cara pembuatan OHT sudah menggunakan teknologi maju dan terstandar.

Produsen OHT harus memastikan bahan-bahan baku yang digunakan dan prosedur ekstraksinya sudah sesuai standar BPOM. Tenaga kerjanya pun harus memiliki keterampilan dan pengetahuan mumpuni tentang cara membuat ekstrak.

Produk obat tradisional komersil resmi tergolong OHT jika mencantumkan logo dan tulisan ‘OBAT HERBAL TERSTANDAR’ berupa lingkaran berisi jari-jari daun 3 pasang dan ditempatkan pada bagian atas kiri dari wadah, pembungkus, atau brosurnya.

Jamu Beras Kencur, sumber Islampos
Jamu Beras Kencur, sumber Islampos

Fitofarmaka

Fitofarmaka merupakan obat herbal yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinis dan uji klinis bahan baku serta produk jadinya telah distandarisasi asli Indonesia.

ini merupakan proses pengembangan dari obat tradisional menuju ke obat yang lebih modern, yang bahan bakunya terdiri dari simplisia atau sediaan galenik yang telah memenuhi standar persyaratan yang berlaku.

Proses produksinya sama-sama berteknologi maju dan sudah terstandar seperti OHT, tapi produk fitofarmaka harus melewati satu lagi tahan proses pengujian tambahan. Setelah melalui proses uji praklinis, produk obat fitofarmaka harus menjalani uji klinis langsung pada manusia guna menjamin keamanannya.

Jenis Jamu

Setelah mengetahui jamu merupakan bagian dari salah satu obat tradisional dan masih eksis hingga saat ini, kenali juga berbagai macam jamu yang ada. Meskipun terbilang pengobatan lampau, namun sampai sekarang berbagai macam jamu masih dilestarikan secara turun temurun. Berikut berbagai jenis jamu.

1. Jamu Beras Kencur

Jamu beras kencur berkhasiat dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh dan sebagai tonikom atau penyegar saat habis bekerja. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, beras kencur bisa meringankan batuk dan merupakan seduhan yang tepat untuk jamu batuk.

Cabe Puyang, sumber Gambar HD
Cabe Puyang, sumber Gambar HD

2. Jamu Kunyit Asam

Jamu kunyit asam sangat baik dikonsumsi oleh wanita yang sedang haid, karena dapat mengurangi rasa sakit yang muncul ketika haid. Jamu kunyit asam juga dapat melancarkan siklus haid dan menyuburkan kandungan. Selain itu, kandungan vitamin A dan C yang terdapat dalam kunyit asam dapat membuat kulit bersih, bercahaya dan bebas dari jerawat.

3. Jamu Cabe Puyang

Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu ‘pegal linu’. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Jamu cabe puyang banyak mengandung zat besi dan berkasiat untuk menambah butiran darah merah bagi yang kurang darah atau anemia.

4. Jamu Sinom

Jamu sinom ini hampir mirip dengan kunyit asam hanya saja bahan utamanya adalah sinom atau daun asam yang masih muda. Dengan tambahan bahan biasanya temulawak, kunyit, kapulaga, kayu manis, pala, gula merah, serta gula pasir. Jamu sinom bermanfaat untuk menambah nafsu makan, mengatasi peradangan lambung atau maag dan mengatasi masalah keputihan pada wanita.

5. Jamu Pahitan

Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk ‘cuci darah’, kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.

Jamu Pahitan, sumber Ibu dan Balita
Jamu Pahitan, sumber Ibu dan Balita

6. Jamu Kunci Sirih

Jamu kunci sirih merupakan perpaduan dari daun sirih dan temu kunci. Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang, daun sirih memiliki manfaat yang baik untuk wanita, yaitu mengatasi masalah keputihan, menghilangkan bau badan tidak sedap, dan mengatasi jerawat. Jamu kunci sirih juga dapat merapatkan organ kewanitaan, memperkuat email gigi dan mencegah peradangan.

7. Jamu Gepyokan

Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan ‘mendinginkan’ perut.

8. Jamu Galian Singset

Jamu galian singset ini terdiri dari kencur, temu lawak, kunyit, asam jawa, kayu manis, merica, laos, serai, kunyit, cengkeh, kapulaga, ketumbar, dan beberapa rempah tradisional lainnya. Jamu galian singset ini dipercaya bisa menjaga kesehatan organ kewanitaan serta mengencangkan badan dan “miss V”.

9. Jamu Temulawak

Bahan dasar pembuatan jamu temulawak ini tentu saja temulawak dengan ditambahkan beberapa tambahan seperti asam jawa, Gula aren, daun pandan serta jinten. Jamu temulawak baik untuk anak-anak maupun orang tua karena bisa menyembuhkan keluhan pusing, mual, dan menghilangkan gejala masuk angin.

10. Jamu Kudu Laos

Bahan baku jamu kudu laos ini adalah laos yang ditumbuk dengan aneka bahan lain kemudian direbus. Rasanya segar dan bisa memberikan efek hangat dalam tubuh. “Kudu laos ini bisa mengatasi kembung dan meredakan demam, baik bagi anak-anak maupun orang tua,” jelas Yanti lagi.

Itu dia setidaknya 10 jenis jamu yang sampai saat ini masih dapat Anda temukan dan Anda konsumsi untuk merasakan manfaatnya. Semoga ulasan ini dapat memberikan manfaat untuk Anda. Simak terus berbagai informasi lainnya seputar obat-obatan dan kesehatan di halaman ippho.com.

Open chat
Konsultasi via WA?