Suatu waktu, saya mampir di IG Bang Iman J-Rocks, yang juga mitra BP. Saat beliau memposting peluang usaha, ada komentar nyinyir dari penggemarnya. Kurang-lebih begini komennya, “Bang, untuk musik sih ya, Gw dukung Lo. Tapi untuk bisnis, sorry, ngga!”

Bang Iman menjawab santai, “Iya, gpp..”

Lumayan kaget juga, baca komen tersebut.

Sekelas Bang Iman saja masih digituin sama follower-nya. Gimana dengan saya yang bukan siapa-siapa? 🤔

Dari kasus tersebut, saya belajar menyimpulkan bahwa penggemar beliau belum teredukasi. Kenapa harus usaha, kenapa memilih bisnis BP.

Dalam bukunya Go Pro 7 Steps to Becoming a Network Marketing Professional, Eric Worre berkata, dibutuhkan 4 s.d 6 tahapan untuk membuka mindset orang baru.

“Siapkan tahapan lanjutan berikutnya,” ujar Eric Worre.

Di sesi pembinaan BP, Mr. James Gwee menyampaikan bahwa potensi closing ditentukan oleh berapa kali kita melakukan interaksi, follow up terhadap calon konsumen.

Berikut data dari Mr. James Gwee yang ditulis oleh Pak Tri, dan saya sajikan ulang, bahwa:

  • 48% penjual tidak melakukan follow up kepada prospek.
  • 25% penjual melakukan 2x follow up lalu berhenti.
  • 12% penjual melakukan follow up 3x lalu berhenti.
  • Hanya 10% penjual yang melakukan follow up lebih dari 3x.

Data yang menarik untuk dipelajari dan menjadi bahan evaluasi. Pertanyaan untuk diri kita, termasuk yang manakah proses yang kita lakukan selama ini? Melakukan follow up lebih dari 3x atau kurang?

Semoga follow up teman-teman diatas 3x. Karena, dari data yang disampaikan oleh Mr. James Gwee, menunjukkan bahwa semakin tinggi follow up makin tingkat closing.
Berikut datanya:

  • 2% closing terjadi pada 1X follow up.
  • 3% closing terjadi pada 2x follow up.
  • 5% closing terjadi pada 3x follow up.
  • 10% closing terjadi pada 4x follow up.
  • 80% closing terjadi antara 5x -12x follow up.

Dari statistik diatas, kita bisa mengevaluasi. Berapa persen tingkat closing kita? Berapa kali rata-rata follow up kita terhadap calon mitra/konsumen?

Bila sudah diatas 5x tapi belum closing, bisa jadi dari tingkat konversi yang rendah. Perbaiki copywriting. Atau momentum follow up yang ngga pas. Baik itu dananya belum siap, atau waktunya yang ngga pas. Intinya, sering-seringlah melakukan follow up. Lakukan berulang-ulang hingga calon konsumen / mitra memilih 3 paket tersedia. Paket Reseller, Agent, atau Agent Plus.

“Tapi khan cape Mas, bila harus follow up 5x hingga 12x?”

Ngga kok. Yang cape itu pas saat lagi bokek!

Kalo ada duitnya, harus bersemangat. Toh, yang cape cuma jempol doang. Tul ga? 🤩

Tipsnya, teman-teman bisa atur waktu follow up, mulai dari tahap interaksi pertama hingga penawaran. Misalnya, dari 5x follow up diberi jeda 2 s.d 3 hari, maka kurang-lebih 10 hingga 15 hari. Bila tahap PDKT, 3X interaksi pertama adalah menyambung tali silaturahmi. Barulah selanjutnya, mulai tahap penawaran yang terpola dengan baik. Intinya, memang harus bersabar, sabar. Insya Allah akan panen raya pada waktunya.

Demikian dari saya, semoga bermanfaat.

Yoga Swandi

Open chat
Konsultasi via WA?