Sebuah pengalaman merupakan guru terbaik untuk diri kita, namun belajar dari pengalaman juga tidak mesti dari pengalaman kita pribadi, tapi bisa juga kita belajar pengalaman dari orang lain.

Banyak sekali keluarga, kerabat, teman dan tetangga yang menyayangkan saya ketika ambil keputusan untuk resign, bahkan istri saya sempat nangis beberapa kali karena dibully tetangganya, disangka istrilah yang memaksa saya untuk resign, padahal kenyataannya tidak demikian.

Dari sebelum masuk BP memang kami sudah berencana untuk tidak terus menghabiskan waktu di perusahaan dan menurut saya, sayang banget kalau berlama-lama menghabiskan waktu di perusahaan.

Di sini saya belajar dari para senior saya, begitu mereka pensiun bukan merasakan hidup lebih enak, justru kembali lagi seperti anak yang baru lulus sekolah, harus mencari keterampilan baru agar tetap produktif menghasilkan cuan.

Alhamdulillah kurang lebih 5 tahun, kami berpetualang memutuskan untuk memulai usaha dan masya Allah istri dipertemukan dengan bisnis BP. Beneran awalnya saya belum ridho kalau istri jualan BP, karena mindset saya masih berkata harga Rp 250.000,00 siapa yang mau beli.😅🙏

Intinya saya masih ragu karena mentalnya masih terbilang mental miskin dan kurang yakin sama kebesaran Allah. Ya begitulah kalau kita sebagai bangsawan ( bangsa karyawan ) masih menggunakan perhitungan manusia, mestinya kita menggunakan perhitungan yang Maha Kuasa.

Apa alasan saya pilih resign?

Yang pertama yaitu saya bisa bebas waktu luang untuk bersama keluarga, yang mana selama 17 tahun saya banyak berhutang waktu bersama keluarga.

Kedua menjadi karyawan penghasilan terbatas sedangkan penghasilan jadi pengusaha tanpa batas.

Ketiga setinggi-tingginya jabatan saat kita jadi karyawan tidak akan pernah bisa diwariskan namun jika jadi pengusaha bisa diwariskan.

Godaan saat memutuskan untuk resign begitu banyak, ada yang bilang sayang nggak dapat pensiunan, padahal setelah saya bandingkan dapat pensiunan 400 juta di usia 55, artinya saya mesti mengorbankan waktu saya selama 38 tahun di perusahaan, dengan gaji pas-pasan dan waktu yang pas-pasan untuk berkumpul bersama keluarga.

Sedangkan di BP, nggak sampai 4 tahun untuk bisa mendapatkan 400 juta, 2 tahunpun bisa, bahkan ada juga yang bisa dalam waktu 1 tahun, kalau kita sungguh-sungguh menjalaninya.

Kebayang bukan kalau 38 tahun kita menjalani bisnis, bukan lagi menjadi milyarder, bisa jadi menjadi triliuner malahan.

Nah buat temen-teman yang masih bekerja, yuk sungguh-sungguh nawarin BP’nya, jangan sampai kita buang waktu terlalu lama di perusahaan, rugi. Ruginya pakai banget.😅

Mestinya mempunyai penghasilan bebas tanpa batas, tanpa serba pas-pasan dan waktu bisa membersamai keluarga, orang tua dan mertua lebih lama, jangan sampai moment ini hilang, karena kita tidak sungguh-sungguh menjalani bisnis BP, kan sayang banget. Ingat keluarga, orang tua, mertua dan orang-orang di sekitar sudah menunggu kesuksesan kita.

Di BP pokoknya ikut aja apa kata Mas Ippho, karena apa yang Mas Ippho arahkan itu, tujuannya untuk kebaikan, kemajuan kita semuanya dan yang pasti kita sudah berada di bisnis yang tepat, tinggal nurut, manut Insya Allah rezeki pasti bakalan ngikut.

Sip ya.😊
Semoga bermanfaat.🙏
Haryono.

Open chat
Konsultasi via WA?