Manfaat kayu manis untuk kesehatan dan kecantikan kini dikenal di mana-mana. Banyak produk obat herbal alami serta berbagai kosmetik yang menjadikan kayu manis sebagai bahan perpaduannya untuk mendapatkan khasiat dari kulit pohon yang satu ini. Lantas, dari mana sebenarnya kayu manis ini diperoleh?

Menggunakan bahan alami atau obat-obatan herbal dan berbagai minuman jamu menjadi pilihan sebagian orang karena khasiatnya yang disebut minim efeksamping. Begitu juga untuk memperoleh manfaat kayu manis untuk kesehatan dan kecantikan, bisa dirasakan dengan mengkosumsinya dalam bentuk yang alami. Apa saja khasiat dari bahan kayu manis ini?

Mengenal Kayu Manis

Bagi masyarakat Indonesia khususnya, berbagai kuliner makanan dan minuman yang didalamnya mengandung kayu manis boleh dikatakan sudah biasa. Manfaat kayu manis untuk kesehatan dan kecantikan pun diyakini karena banyaknya jenis makanan dan minuman yang menjadikan kayu manis sebagai salah satu bahan campurannya.

Ilustrasi Kesehatan Jantung, sumber Klik Dokter
Ilustrasi Kesehatan Jantung, sumber Klik Dokter

Kayu manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu dan disebutkan beberapa kali di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Bahan ini termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, bercita rasa manis dan pedas.

Terdapat satu jenis pohon yang dalam bahasa latin disebut Cinnamomum verum yang dikenal sebagai pohon penghasil rempah-rempah. Beberapa spesies kayu manis yang dijual di pasaran di antaranya Cinnamomum verum'(True cinnamon, Sri Lanka cinnamon atau Ceylon cinnamon); C. burmannii (korintje, kasiavera, atau Indonesian cinnamon); C. loureiroi (Saigon cinnamon atau Vietnamese cinnamon); C. aromaticum (Cassia atau Chinese cinnamon).

Dari berbagai pohon sejenis namun berbeda spesies ini, kulit luar yang melapisi bagian kayunya dikelupas dan bagian dalamnya dijadikan kayu manis. Selanjutnya kayu manis ini dapat digunakan dalam bentuk lempengan kering atau dijadikan dalam bentuk bubuk. Namun sebelaum menjadi lempengan kering atau bubuk, terdapat proses pembuatannya.

Kayu manis yang baru diambil dan masih basah kemudian dikelupas kulit bagian paling luarnya. Selanjutnya, bagian dalam kayu atau bisa juga disebut inti batangnya dipotong tipis-tipis. Potongan tipis-tipis ini kemudian dijemur 2 hingga 3 hari lamanya.

Biasanya para petani menjual kayu manis kering dengan kadar air sekitar 30 – 35% untuk selanjutnya dapat diolah pembelinya. Bahkan dari proses pemotongan kayu manis ini akan menghasilkan produk baru yaitu gulungan kulit kayu manis yang dapat diekspor karena sudah memenuhi standar ekspor.

Pohon Kayu Manis, sumber Tribunnews
Pohon Kayu Manis, sumber Tribunnews

Hasil proses pemotongan tersebut biasanya diolah menjadi produk lain kayu manis dalam bentuk bubuk (ground powder) dan juga dalam bentuk minyak atsiri. Minyak ini diperoleh melalui proses destilasi serta bentuk oleoresin yang dihasilkan dari proses ekstraksi. Bubuk kayu manis ini dihasilkan dari proses penggilingan kayu manis kering.

Untuk Anda orang rumahan juga dapat melakukannya sendiri dengan cara memblendernya dengan blender. Selain itu Anda juga dapat menumbuknya dengan alu. Baik produk kayu manis kering maupun bubuk kayu manis ini mempunyai sifat dan rasa yang sama karena memang satu bahan baku sebelumnya. Kayu manis bubuk juga mengandung minyak atsiri dengan rasa yang pedas dengan kandungan bahan mineral dan kimia organik berupa protein, karbohidrat dan lemak.

Manfaat Kayu Manis

Bahan rempah yang satu ini sering dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, kosmetik bahkan obat. Sehingga kita seringkali mendengar manfaat kayu manis untuk kesehatan dan kecantikan. Dilansir dari situs alodokter.com, berikut beberapa manfaat kayu manis.

1. Mengendalikan kadar gula darah

Beberapa penelitian mengungkap adanya hubungan antara penurunan kadar gula dengan mengonsumsi kayu manis. Salah satunya menemukan bahwa kayu manis mungkin dapat menurunkan kadar gula darah hingga 24 persen dan kadar kolesterol hingga 18 persen.

Penelitian lain mengungkapkan kayu manis yang dikonsumsi 2 gram setiap hari selama 12 minggu berturut-turut kemungkinan dapat mengontrol gula darah dan menurunkan tekanan darah pada pasien diabetes. Namun sayangnya, penelitian-penelitian lain tidak menemukan hasil yang sama.

2. Menurunkan risiko penyakit jantung

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang kaya akan rempah, seperti kayu manis dan kunyit, mampu mengurangi efek negatif dari makanan berlemak, sehingga dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

3. Melawan bakteri dan jamur penyebab infeksi

Batang dan Bubuk Kayu Manis, sumber Klik Dokter
Batang dan Bubuk Kayu Manis, sumber Klik Dokter

Zat aktif Cinnamaldehyde yang terdapat pada kayu manis diyakini mampu membantu melawan berbagai jenis infeksi. Minyak kayu manis misalnya, telah terbukti efektif dalam mengobati infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jamur. Efek antimikroba pada kayu manis juga dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan mengurangi bau mulut.

4. Melindungi tubuh dari radikal bebas

Kayu manis tinggi akan kandungan antioksidan, seperti polifenol. Kandungan antioksidan yang tinggi pada kayu manis ini bisa melindungi tubuh dari radikal bebas, antioksidan juga dipercaya bermanfaat untuk penyakit Alzheimer. Selain kandungan antioksidan yang tinggi, kandungan lain yang terdapat pada kayu manis kabarnya juga dapat menghambat penumpukan protein di otak, yang merupakan salah satu penyebab utama Alzheimer.

5. Mencegah risiko kanker

Sebuah penelitian mengemukakan bahwa kayu manis mengandung senyawa yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker dengan menghambat terbentuknya aliran darah pada tumor.

Itu dia beberapa manfaat dari kandungan kayu manis yang dapat diperoleh dengan mengkonsumsinya. Namun tentu saja, semua manfaat yang dipaparkan di atas masih perlu penelitian lebih lanjut serta arahan untuk mengkonsumsinya dengan benar sesuai anjuran. Simak terus berbagai informasi seputar bahan alami untuk obat dan kesehatan lainnya di ipphoright.com.

Open chat
Konsultasi via WA?